Secara garis besar, tahapan pembuatan robot dapat dilihat pada gambar berikut:Ada tiga tahapan pembuatan robot

, yaitu:

  1. Perencanaan, meliputi: pemilihan hardware dan design.
  2. Pembuatan, meliputi pembuatan mekanik, elektonik, dan program.
  3. Uji coba.

1. TAHAP PERENCANAN

Dalam tahap ini, kita merencanakan apa yang akan kita buat, sederhananya, kita mau membuat robot yang seperti apa? berguna untuk apa? Hal yang perlu ditentukan dalam tahap ini:

  • Dimensi, yaitu panjang, lebar, tinggi, dan perkiraan berat dari robot. Robot KRI berukuran tinggi sektar 1m, sedangkan tinggi robot KRCI sekitar 25 cm.
  • Struktur material, apakah dari alumunium, besi, kayu, plastik, dan sebagainya.
  • Cara kerja robot, berisi bagian-bagian robot dan fungsi dari bagian-bagian itu. Misalnya lengan, konveyor, lift, power supply.
  • Sensor-sensor apa yang akan dipakai robot.
  • Mekanisme, bagaimana sistem mekanik agar robot dapat menyelesaikan tugas.
  • Metode pengontrolan, yaitu bagaimana robot dapat dikontrol dan digerakkan, mikroprosesor yanga digunakan, dan blok diagram sistem.
  • Strategi untuk memenangkan pertandingan, jika memang robot itu akan diikutkan lomba/kontes robot Indonesia/Internasional.

2. TAHAP PEMBUATAN

Ada tiga perkerjaan yang harus dilakukan dalam tahap ini, yaitu pembuatan mekanik, elektronik, dan programming. Masing-masing membutuhkan orang dengan spesialisasi yang berbeda-beda, yaitu:

  • Spesialis Mekanik, bidang ilmu yang cocok adalah teknik mesin dan teknik industri.
  • Spesialis Elektronika, bidang ilmu yang cocok adalah teknik elektro.
  • Spesialis Programming, bidang ilmu yang cocok adalah teknik informatika.

Jadi dalam sebuah tim robot, harus ada personil-personil yang memiliki kemampuan tertentu yang saling mengisi. Hal ini diperlukan dalam membentuk Tim Kontes Robot Indonesia (KRI) atau Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI). Bidang ilmu yang saya sebutkan tadi, tidak harus diisi mahasiswa/alumni jurusan atau program studi tersebut, misalnya boleh saja mahasiswa jurusan teknik mesin belajar pemrograman.Untuk mengikuti lomba KRI/KRCI dibutuhkan sebuah tim yang solid. Tetapi buat Anda yang tertarik membuat robot karena hobby atau ingin belajar, semua bisa dilakukan sendiri, karena Anda tidak terikat dengan waktu atau deadline. Jadi Anda bisa melakukannya dengan lebih santai.Pembuatan mekanikSetelah gambaran garis besar bentuk robot dirancang, maka rangka dapat mulai dibuat. Umumnya rangka robot KRI terbuat dari alumunium kotak atau alumunium siku. Satu ruas rangka terhubung satu sama lain dengan keling alumunium. Keling adalah semacam paku alumunium yang berguna untuk menempelkan lembaran logam dengan erat. Rangka robot KRCI lebih variatif, bisa terbuat dari plastik atau besi panjang seperti jeruji.Pembuatan sistem elektronikaBagian sistem elektronika dirancang sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Misalnya untuk menggerakkan motor DC diperlukan h-brigde, sedangkan untuk menggerakkan relay diperlukan saklar transistor. Sensor-sensor yang akan digunakan dipelajari dan dipahami cara kerjanya, misalnya:

  1. Sensor jarak, bisa menggunakan SRF04, GP2D12, atau merakit sendiri modul sensor ultrasonik atau inframerah.
  2. Sensor arah, bisa menggunakan sensor kompas CMPS03 atau Dinsmore.
  3. Sensor suhu, bisa menggunakan LM35 atau sensor yang lain.
  4. Sensor nyala api/panas, bisa menggunakan UVTron atau Thermopile.
  5. Sensor line follower / line detector, bisa menggunakan led & photo transistor.

Berikut ini gambar sensor ultrasonik, inframerah, UVTron, dan kompas:Pembuatan sistem elektronika ini meliputi tiga tahap:

  • Design PCB, misalnya dengan program Altium DXP.
  • Pencetakan PCB, bisa dengan Proboard.
  • Perakitan dan pengujian rangkaian elektronika.

Pembuatan Software/ProgramPembuatan software dilakukan setelah alat siap untuk diuji. Software ini ditanamkan (didownload) pada mikrokontroler sehingga robot dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.Tahap pembuatan program ini meliputi:

  1. Perancangan Algoritma atau alur program
    Untuk fungsi yang sederhana, algoritma dapat dibuat langsung pada saat menulis program. Untuk fungsi yang kompleks, algoritma dibuat dengan menggunakan flow chart.
  2. Penulisan Program
    Penulisan program dalam Bahasa C, Assembly, Basic, atau Bahasa yang paling dikuasai.
  3. Compile dan download, yaitu mentransfer program yang kita tulis kepada robot.

3. UJI COBA

Setelah kita mendownload program ke mikrokontroler (otak robot) berarti kita siap melakukan tahapan terakhir dalam membuat robot, yaitu uji coba. Untuk KRCI, ujicoba dilakukan pada arena seluas sekitar 4×4 meter dan berbentuk seperti puzzle. Dalam arena KRCI ini diletakkan lilin-lilin yang harus dipadamkan oleh robot cerdas pemadam api. Contoh gambar robot pemadam api Ted Larsorn dan arena Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI).Untuk lomba robot KRI, dibutuhkan ruangan yang lebih besar, yaitu sekitar 15×15 meter.Karya : Teguh Junianto

read comments (0)

RoboT ManusiA

Author: riyan_05 12 21st, 2009
Robotika adalah salah satu wacana teknologi untuk menuju peradaban yang lebih maju. Kebanyakan orang selalu beranggapan bahwa robot adalah kemajuan teknologi yang mampu menggeser tingkah laku seseorang untuk melakukan suatu tindakan. Dengan kemajuan yang pesat, maka kebutuhan akan SDM akan merosot tajam. Layaknya revolusi pada bangsa Eropa.
Sangat disayangkan sekali bila titik ikon kemajuan teknologi tersebut tidak seiring dengan cepat nya pemahaman masyarakat pada umumnya yang selalu meng-analogikan robot adalah biang kerok hilangnya tenaga buruh untuk memacu pertumbuhan perekonomian.
Hal ini layaknya dua sisi perbedaan yang tidak akan bisa menyatu sama lain. Tapi bisa dicermati kembali, bila orang pelukis ternama akan tergusur karena kemampuan sebuah robot pelukis yang bisa membuat lukisan yang sama. Sebuah robot yang mampu untuk memahat patung yang hampir mirip pula. Seluruh ilustrasi tersebut memang sepintas robot bisa menguasai semua, tapi sangat disayangkan hasil kerja robot adalah tak lebih dari sebuah alat cetak dan seonggok besi aluminium dan komponen elektronika yang dirakit pada papan PCB. Sebuah lukisan dari Afandi tentunya akan bernilai ratusan juta beda ukuran dengan lukisan robot yang paling-paing laku di jual 10 ribuan di pinggir jalan.
Robot Bukanlah Pemegang Kekuasaan
Istilah robot yang dahulu kala berjulukan Robota, tak lain adalah kata lain dari seorang buruh. Lain halnya dengan seorang manusia yang diciptakan se-sempurna mungkin oleh sang Pencipta. Sampai kapanpun robot adalah pembantu manusia. Bila sang teknokrat menciptakan robot untuk menjadi penguasa dunia, semoga saja dia tidak berumur panjang. Namun robot adalah sarana untuk membangun peradaban yang lebh maju dan memberikan kemudahan bagi manusia sebagai penciptanya. Dengan hasil demikian maka seluruh kajian tentang robotika menjadi lebih memasyarakat diseluruh elemen masyarakat. Dan buakan menjadi momok yang harus ditakuti.
Robotika sebagai Ikon dan Kajian Ke-ilmuan
Robot adalah simbol dari kamajuan dari sebuah teknologi, karena didalam nya mencakup seluruh elemen keilmuan. Elektronika, Mekanika, Mekatronika, Kinematika, Dimamika, dan lain sebagainya. Hal ini menjadi suatu alasan yang sangat tepat untuk mengash ilmu didalam nya. Ikon pendidikan akan menjadi semakin termasyur bila selalu mengutamakan teknologi didalam nya. Sebuah ikon ini sangat penting untuk membangun semangat kemajuan, karena hal ini akan menjadi sebuah patokan awal dari sebuah perjuangan untuk selalu dilanjutkan kepada generasi penerus.
Jika dulu robot identik dengan mesin berbentuk kaku, tidak demikian dengan saat ini. Para pengembang robot mulai menciptakan robot yang memiliki bentuk menyerupai manusia (humanoid).
Tak hanya wujudnya yang menyerupai manusia, robot-robot ini juga melakukan berbagai aktivitas yang lazim dilakukan manusia. Simak daftar 6 robot humanoid yang memiliki fungsi unik berikut ini:
6 Robot ‘Mirip Manusia’ Terunik
1. Simroid
Robot ini menyerupai wanita muda yang menarik, berambut panjang serta mempunyai tinggi 160 cm. Robot besutan Jepang ini sengaja dirancang untuk latihan praktik di sekolah kedokteran gigi. Simroid dapat menunjukkan ekspresi tidak nyaman dengan mengerutkan dahi.
Simroid juga mampu bilang ‘itu sakit’ dan berteriak ‘ouw’ ketika bor sang dokter gigi mengenai sarafnya. Kehadiran robot ini membantu calon dokter gigi untuk belajar memahami perasaan pasien dan berusaha untuk meningkatkan keahliannya serta memperlakukan pasien secara manusiawi.

2. Robot ‘Flu Babi’
Untuk urusan robot, Jepang memang tak ada matinya. Kali ini ahli robot di Negeri Sakura ‘melahirkan’ robot ‘flu babi’. Robot ini dirancang untuk membantu petugas kesehatan mendiagnosa gejala-gejala orang yang terkena flu babi dan cara perawatannya.
Robot ini akan menunjukkan gejala-gejala seperti panas berkeringat, merintih, menangis dan kejang. Jika tidak segera dirawat, gejalanya semakin parah dan kemudian si robot berhenti bernafas alias meninggal. Ini untuk menunjukkan betapa bahayanya jika penderita flu babi tidak ditangani secara baik.
3. Ibn Sina
Eksis di situs jejaring sosial bukan lagi monopoli manusia. Robot bernama Ibn Sina ini pun tak ingin ketinggalan. Robot yang dikembangkan para ahli dari Interactive Robots and Media Lab (IRML) University of the United Arab Emirates bersama ahli dari Jerman dan Yunani ini memiliki kemampuan untuk melakukan percakapan secara real-time dengan orang-orang yang mengajaknya chatting lewat Facebook ataupun IRML dengan modul bahasa yang dimilikinya.
Robot pria berjenggot ini juga mampu menjadi asisten belanja di mall ataupun resepsionis. Ibn Sina dijejali modul software sehingga mampu melihat, mendeteksi wajah, memahami percakapan, serta merespon semuanya itu.

4. Aiko
Robot bernama Aiko ini tak hanya cantik parasnya, tapi juga pintar. Aiko sengaja diciptakan oleh seorang ilmuwan di Kanada bernama Le Trung untuk dijadikan sebagai pendamping hidup. Robot ini memiliki kemampuan berbahasa Inggris dan Jepang serta mampu memecahkan soal-soal matematika. Trung mengklaim bahwa Aiko bisa memahami dan mengatakan 13.000 kalimat dalam bahasa Inggris dan Jepang. Aiko terus disempurnakan agar siap menjadi pendamping yang sempurna untuknya.

5. Saya
Lagi-lagi Jepang menelurkan sebuah robot humanoid jempolan. Kali ini yang unjuk gigi adalah robot wanita bernama Saya. Si Saya didaulat untuk mengerjakan tugas-tugas yang biasa dilakukan sekretaris. Selain menjadi sekretaris, Saya juga bisa menjadi guru dan juga resepsionis, dengan didukung kemampuan multibahasa dan juga berbagai ekspresi wajah. Saat ini, Saya yang dibalut busana berkerah warna kuning menjalankan tugasnya sebagai resepsionis di Tokyo University.

6. HRP-4C
Satu lagi robot humanoid Jepang yang mengundang decak kagum, yakni HRP-4C. Robot cantik ini memulai debutnya sebagai model yang berlenggak-lenggok di catwalk. Robot ini terinspirasi dari karakter di komik manga. Setelah menapaki karir di dunia fashion, robot dengan tinggi 158 cm ini pun kembali mencuat dengan menjadi model baju pernikahan.
Robot ini berdandan cantik layaknya mempelai wanita dalam perhelatan bertajuk 2009 Yumi Katsura Paris Grand Collection di Osaka, Jepang. Gerak tubuhnya pun luwes, lemah gemulai bak seorang model manusia. Robot ini diharapkan dapat terus eksis di dunia fashion dan hiburan. detik.

read comments (0)

Robot Bawah Air Lebih Efisien

Author: Feby Nur Fattah 12 20th, 2009
Banyak robot yang telah diciptakan oleh ilmuwan seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat. Mulai dari yang sederhana sampai yang paling rumit. Mulai dari yang multifungsi sampai yang hanya bisa menjalankan satu eksekusi. Wilayah kerjanya pun mencakup darat, laut dan udara. Namun, perkembangan teknologi dalam air kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Masih banyak kegiatan bawah air yang dilakukan sendiri oleh manusia tanpa bantuan robot, seperti pengamatan bawah laut. Pengamatan bawah laut yang dilakukan manusia memiliki beberapa resiko yaitu adanya area-area yang sulit dijangkau manusia serta resiko bahaya yang tinggi akibat serangan hewan buas. Oleh karena itu, robot yang mampu bergerak bebas di dalam air sangat dibutuhkan untuk membantu tugas manusia. Secara umum, berdasarkan sistem pengendaliannya robot bawah air dibagi menjadi menjadi dua jenis yaitu Autonomous Underwater Vehicles (AUV) dan Remoted Operated Vehicles (ROV). AUV adalah kendaraan bawah air yang mampu bergerak di dalam air secara otomatis tanpa adanya kontrol langsung dari manusia. Sedangkan ROV adalah kendaraan bawah air yang gerakannya dikendalikan secara langsung oleh manusia melalui remote kontrol dari atas permukaan air. Robot penyelam termasuk dalam jenis robot atau kendaraan bawah air yang tergolong ROV.Robot penyelam adalah robot yang mampu bergerak di dalam air. Gerakan yang dapat dilakukan adalah naik dan turun/menyelam. Gerakan ke atas timbul akibat adanya gaya dorong dari putaran propeller, sedangkan untuk gerak menyelam disebabkan oleh berat beban dari robot (saat kondisi motor off). Robot ini dikontrol dengan menggunakan remote kontrol 4 kanal yang menggunakan RF. Robot dijalankan untuk 5 keadaan yaitu start, naik, turun, kembali ke posisi semula, dan menghentikan robot. Perencanaan sistem meliputi perencanaan driver, mekanik, dan software. Sebagai penggerak propeller-nya, robot ini menggunakan motor DC 9 volt. Robot ini menggunakan mikrokontroler AT89C2051. Perencanaan mekanik dari robot meliputi perangkaian gear box, shielding poros propeller, dan perancangan beban. Shielding poros propeller menggunakan karet oring. Beban yang digunakan dipasang di sekeliling robot agar lebih seimbang. Robot ini diuji di dalam akuarium dengan kedalaman sekitar 70 cm. Saat pengujian diperoleh kecepatan gerak naik rata – rata 16,29 cm/detik dengan massa total robot sebesar 1510 gram, dan volume robot 1225 cm³. Karena dasar badan robot berbentuk datar, maka jarak minimal propeller 1,8 cm.Salah satu contoh pemanfaatan robot bawah air, khususnya robot ROV, adalah seperti yang digunakan oleh PT. Ratu Prabu Energy Tbk (ARTI). ROV tipe Vector M5 merupakan robot portable yang beroperasi di bawah air untuk melaksanakan pekerjaan eksploitasi, inspeksi, perbaikan serta perawatan. Dengan daya selam 1.000 meter alat ini dikhususkan bagi proyek minyak dan gas bumi lepas pantai. Menurut Daniel Yudi, Marine Departement Manager ARTI, dibanding penyelam manusia, robot ini dapat mempersingkat waktu kerja dan mengurangi risiko kecelakaan khususnya dalam menghadapi kondisi laut yang tidak menentu. “Dengan menggunakan robot ini, biaya operasional bisa dipangkas hingga 50%,” ujarnya.Sumber: www.eepis-its.edu/uploadta/downloadmk.php?id=864 http://dewey.petra.ac.id/jiunkpe_dg_1957_6.html http://saham-valas.infogue.com/ratu_prabu_launching_robot_rov_vector_m5Karya :

Feby Nur Fattah

read comments (0)

Robot dan Manusia Akan Saling Berperang?

Author: silmina 12 10th, 2009
Pernah nonton Transformer? Terminator ? Wall – E ? I, Robot dan film – film mengenai teknologi robotika?
Jika iya, kita melihat bahwa film yang menceritakan tentang interaksi antara robot dan manusia. Namun dari kesemua film – film tersebut, rata – rata memiliki alur cerita yang hampir sama. Misalnya saja film Wall – E yang menceritakan tentang bagaimana kehidupan manusia yang akan datang, tentang bagaimana bumi sudah terisi penuh dengan sampah sehingga diciptakanlah sebuah robot yang bernama Wall – E untuk membersihkan sampah. Lama – kelamaan, seluruh manusia pergi ke luar angkasa karena bumi sudah penuh dengan sampah sampai – sampai hanya tersisa 1 buah pohon yang dijaga oleh Wall – E, penghuni satu – satunya bumi. Singkat cerita, sistem robotika yang ada pada pesawat manusia di luar angkasa berubah menjadi musuh manusia karena tidak mengijinkan manusia untuk kembali ke Bumi.

Read the rest of this entry »

read comments (0)

Pembuatan PCB II

Author: susan 10 21st, 2008
Setelah postingan saya sebelumnya Pembuatan PCB akan diteruskan dengan penuangann gambar ke PCB.

Menuangkan Rancangan ke Jalur PCB

setelah rancangan jadi berupa file ataupun rancangan di kertas, bila rancangan anda gambarkan di kertas, adnda tinggal fotocopy gambar tersebut ke media yang licin, seperti palstik transparansi, kertas kalkir ataupun kertas kalender yang tebal. Bila berupa file print gambar ke transparansi, ataupun kertas kalkir ataupun kertas kalender dengna printer laser. O)O ya perlu diingatkan bagian tempat print pada kertas kalender yang tidak bergambar.PCB yang akan digunakan dibersihkan, dapat meggunakan sabun ataupun ampelas, ini bertujuan agar jalur yang digunakan bersih dari debu dan kotoran lain2, yang paling baik adalah dengan mengampelasnya. jika kurang bersih takutnya jalur yang kita salin tidak menempel pada pcb tetapi malah debu atau kotoran.potong pcb sesuai keperluan, lalu tempelkan jalur yang sudah di print ke pcb. nyalakan setrika listrik jangan terlalu panas, kurangi satu bar pada settingan setrika. ini dimaksudkan agar pada saat setrika plastik tempat gambar jalur tidak akan bergeser, ataupun setrika dinyalakan full harus di lapisi dengan kertas lain.lalu setrika plastik atau kertas tadi yang sudah menempel di pcb, perlu diingat jangan mendiamkan lama2 setrika di atas pcb, ini dimaksudkan agar tinta pada jalur tidak meleleh dan meluber. setrika secukupnya sampai jalur sudah tersalin.lalu lepas plastik tadi. ada tips dari kawan kita agung, kalo melepasnya sambil direndam dengan air dingin, ini sangat masuk akal, juka keadaan pcb tadi panas, maka kemungkinan tintanya juga belum membeku. sampai disini penyalinan gambar ke pcb sudah selesai.

Penyempurnaan PCB

sediakan wadah yang cukup untuk pcb yang terbuat dari plastik. lalu larutkan ferriclorit pada air mendididh secukupnya, setelah teraduk rata masukkan pcb yang sudah ada jalur tadi kedalam larutan ferriclorit, perlu diingat jangan mengaduk dengan bahan besi, gunakannlah dengan yang berbahan plastik ataupun kayu.setelah selesai bersihkan kembali pcb dari tinta yang menempel pada pcb, bisa menggunakan ampelas, thiner dan lain2. Bersihkan sebersih-bersihnya pcb dari kotoran, agar pada saat menyolder timah lansung menempel pada pcb.lalu pasang terlebih dahulu komponen-komponen kecil terlebih dahulu, rapikan usahakan semua kakinya masuk dengan tepat, jangan memperpanjang kaki komponen keluar karena bisa saja mengganggu peletakkan komponen lain ataupun tersenggol dengan komponen lain.Selanjutnya ke komponen lebih besar.setelah semua selesai semua komponen terpasang maka pembuatan rangkaian sudah selesai.

read comments (1)

Pembuatan PCB

Author: susan 08 27th, 2008
Dalam pembuatan PCB melalui beberapa tahap, yaitu :

  1. Penyusunan Komponen
  2. Penggambaran Rancangan Jalur
  3. Menuangkan Rancangan Jalur ke PCB
  4. Penyempurnaan PCB
  5. Pemasangan Komponen dan Penyolderan
  6. Penyempurnaan

Penyusunan Komponen

Penyusunan komponen disini adalah penyusunan komponen menggunakan software PCB layout editor.  software ini sendiri ada yang free dan ada juga yang bayar. Contoh editor PCB yang dapat digunakan adalah

  1. Express PCB 
  2. Eagle
  3. FreePCB
  4. Rimu PCB

Pertama sekali harus mengenal alat yang akan dibuat, setidaknya harus menetapkan ukuran maksimal sehingga dapat di tentukan ukuran PCB Maksimal. Sebelum menyusun setidaknya harus di kenal komponen-komponen yang akan digunakan, termasuk ukuran dan sifat-sifatnya seperti ketahanan panas. Dimana komponen-komponen yang mudah panas di berikan jeda untuk tempat memasang heatsink.
Dalam penyusunan Komponen, usahakan komponen yang biasa di buka pasang dan gampang rusak di letakkan di pinggir. Cara ini berguna agar bila terjadi kerusakan komponen ataupun penggantian komponen dapat dengan mudah di lakukan. Termasuk untuk mencabut dan memasang komponen kembali dan juga yang menggunakan socket ataupun tidak.
Letakkan komponen-komponen yang sama searah agar pada saat pemasangan komponen tidak bingung mengenai arah. Hal seperti ini dilakukan dalam peletakkan IC juga transistor. Selain memudahkan dalam pemasangan ataupun melepaskan, disini juga terletak nilai seninya.
Dalam peletakkan komponen yang keciilpun dapat dengan berbagai cara. Seperti komponen resistor tabung dan diode yang biasanya mempunyai fisik yang memanjang ramping bias di letakkan berdiri.
Dan perlu diingat kempabali penyusunan komponen harus di sesuaikan dengan ukuran PCB, dan juga jangan terlalu rapat, agar mudah dalam pengambilan data atupun analisa.

Penggambaran Rancangan Jalur

Dalam pengambaran jalur, komponen-komponen yang mempunyai nomor pin dan juga mempunyai kutub footprintnya harap ditandai. Hal ini di maksudkan agar tidak terbalik dalam pemasangan komponen.Dalam pengambaran jalur lebar garis jalur dan jarak antar jalur usahakan seefektif mungkin, ini di maksdukan agar mudah dalam pelunturan jalur yang tidak dipakai dan penyolderan mudah dilakukan. Dan bila terdapat jeda yang besar usahakan di isi, bias berhubungan dengan jalur ataupun lepas dari jalur.
Misalnya akan di buat rangkaian MultivibratorDalam pengambaran jalur lebar garis jalur dan jarak antar jalur usahakan seefektif mungkin, ini di maksdukan agar mudah dalam pelunturan jalur yang tidak dipakai dan penyolderan mudah dilakukan. Dan bila terdapat jeda yang besar usahakan di isi, bias berhubungan dengan jalur ataupun lepas dari jalur.
Misalnya akan di buat rangkaian Multivibrator

Pada rangkain multifibrator ini akan dibuat rangkaian dengan luas PCB 3X3 cm. Lalu komponen disusun serapi mungkin dan seefisien mungkin.

Pada penyusunan komponen diatas, pin led untuk katoda berbentuk kotak, dan terminal 2 pin untuk ground berbentuk kotak. Peletakkan resistor 2 buah resistor diletakkan tidur dan 2 buah resistor diletakkan berdiri. Resistor yang diletakkan tidur dimaksudkan agar diantara pin resistor bias di lewati jalur, dan resistor yang diletakkan berdiri maka antara pin tidak akan di lewatkan jalur.
Lalu jalur PCB digambar seegisien mungkin. Pada rangkaian ini lebar jalur PCB yang saya gunakan adalah 0.7 cm.

Sampai disini penggambaran PCB sebenarnya sudah selesai. Tetapi dapat dilihat banyak sekali space yang masih kosong. Kelemahan dari gambar PCB ini, pada saat melunturkan PCB akan berlansung lama, mengingat banyak space yang akan di lunturkan pula, ini mempunyai resiko jalur yang akan di gunakan akan terangkat pula. Untuk ini dapat di lakukan penutupan pada jalur yang tidak dipakai.

sampai disini perancangan jalur sudah selesai

read comments (5)

Sensor Proximity untuk Line Tracer

Author: DADHANG BUDHIARTO 08 22nd, 2008 Sensor proximity adalah sensor untuk mendeteksi ada atau tidaknya suatu obyek. Dalam dunia robotika, sensor proximity seringkali digunakan untuk mendeteksi ada atau tidaknya suatu garis pembimbing gerak robot atau lebiah dikenal dengan istilah “Line Follower Robot “ atau “ Line Tracer Robot”, juga biasa digunakan untuk mendeteksi penghalang berupa dinding atau penghalang lain pada Robot Avoider. Jenis sensor proximity meliputi limit switch (saklar mekanik), ultrasonic proximity, proximity(infra merah), kamera dan lain sebagainya.

Sensor proximity yang digunakan untuk line follower robot dibuat menggunakan pasangan LED / Infrared dan phototransistor. Bila cahaya LED memantul pada garis dan diterima oleh basis phototransistor maka phototransistor menjadi saturasi(on)sehingga tegangan output akan mendekati 0 volt. Sebaliknya jika tidak terdapat pantulan maka basis phototransistor tidak mendapat arus bias sehingga menjadi cut-off, dengan demikian tegangan output sama dengan tegangan Induk (Vcc). Output rangkaian masih memiliki kemungkinan tidak pada kondisi ideal bila intensitas pantulan cahaya LED pada garis lemah, misalnya karena perubahan warna atau lintasan yang kotor. Untuk mengatasi hal tersebut ditambahkan rangkaian pembanding yang membandingkan output sensor dengan suatu tegangan threshold yang dapat diatur dengan memutar trimmer potensio. Untuk mengetahui hasil dari sensor, alangkah baiknya diberi lampu indicator yang disambungkan dengan output dari komparator.